It starts in my toes, makes me crinkle my nose,
where ever it goes I always know.
That you make me smile
please stay for a while now, just take your time, where ever you go...

Selasa, 29 Maret 2011

even in a medical science, women are being suppresed *a feminist idea of mine

Masih menyangkut kanker payudara , setelah browsing ke berbagai sumber dan membaca berbagai macam artikel, bukan cuma terkejut yang aku dapatkan, tapi juga miris berkepanjangan...

http://www.kedaiobat.co.cc/2010/05/tanda-tanda-kanker-payudara.html


http://kankerpayudara.wordpress.com/2007
/12/25/kanker-payudara-gejala-penyebab-dan-diagnosa/

Sungguh tragis nasib kita para wanita, dalam berbagai macam aspek kehidupan, mulai dari aspek sosial bermasyarakat, agama (dari dasar biblis dan sebagainya), hingga aspek kesehatan sekalipun, kita kerap kali menerima (bahkan mungkin selalu) perlakuan yang bisa dibilang tidak adil...

Dalam aspek sosial bermasyarakat misalnya, sudah bukan hal yang aneh lagi masih ada beberapa oknum atau grup tertentu (bahkan mungkin masyarakat yang terdekat dengan kita sendiri) yang berpikiran bahwa wanita adalah seorang pemegang tugas domestik rumah tangga, memasak, mencuci, merawat anak, tinggal di rumah, melayani suami, dan mengabdi kepada keluarga, yang tentu saja akan menimbulkan batasan-batasan gerak yang tidak ditemui pada kaum pria yang lebih bebas keluar malam, yang bisa memilih pekerjaan mereka seenaknya, dsb...

Dalam agama sekalipun, wanita selalu menjadi yang nomor dua. Tidak ada wanita yang pantas dan layak menjadi imam, ataupun kepala keagamaan. karena Yesus adalah pria, karena Muhammad juga laki-laki nyata, maka itu berarti tidak akan pernah ada pastur wanita, kyai wanita, dsb. Padahal, siapapun tentu tahu bahwa tongkat religiusitas kebanyakan wanita lebih tinggi daripada mereka yang pria.

Dan sekarang dalam aspek kesehatan. Kenyataan bahwa hanya wanita yang akan merasakan sakitnya proses persalinan, kenyataan bahwa virginitas adalah sesuatu yang hanya melekat pada wanita, dan bukannya mereka yang pria, kenyataan bahwa selaput dara yang bisa robek (yang mengarah pada segel kesucian itu) hanya dimiliki wanita dan bukannya pria, ataupun pada akhirnya kenyataan bahwa kanker payudara hanya menjadi resiko mematikan untuk para wanita dan bukannya para pria, kadang membuat akupun berpikir "kenapa aku harus terlahir menjadi wanita?"
Bahkan sebuah keputusan untuk tetap menajdi single bagi seorang wanita bisa menjadi bumerang yang mematikan. Padahal toh, saat seorang wanita memutuskan menjadi single tentu itu adalah keputusannya pribadi dan hanya akan mempengaruhi hidupnya sendiri, tanpa menyenggol kepentingan orang lain. Tapi kenyataannya, betapa kerasnya perlakuan dunia, kepada kita para wanita?

We are created as a woman, with all of woman's organ and all of woman's characteristic.


Menjadi wanita bukan suatu pilihan , itu adalah anugerah yang khusus diberikan Tuhan pada kita. As sex is a gift and gender is an option. Kita nggak bisa memungkiri jenis kelamin kita, meskipun masih memungkinkan untuk kita memungkiri gender kita (read: gay, lesbian).

Hanya saja, sampai kapan keadaan bahwa wanita akan selalu menjadi yang dirugikan ini akan berakhir? Ataukah memang ini adalah suatu hukum alam yang paten dan selamanya nggak akan pernah bisa berubah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar